Di Balik Layar Film-Film Karya Andibachtiar Yusuf
- Muthyarana Darosha
- May 6, 2021
- 2 min read

KETIK UNPAD — Ada yang pernah nonton film Love for Sale 1 dan 2? Atau film Bridezilla? Ternyata film tersebut karya lulusan Unpad, lho!
Andibachtiar Yusuf merupakan seorang lulusan Universitas Padjajaran jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi. Dalam Podcast garapan Departemen Hubungan Eksternal BEM Kema Unpad, Andibachtiar membeberkan perjalannya dalam berkecimpung di dunia perfilman.
Awalnya, sutradara yang telah menghasilkan lebih dari sepuluh film ini mengaku tidak pernah membayangkan untuk menjadi seorang sutradara.
“Saat kuliah saya nggak pernah terbayangkan untuk menjadi sutradara. Tapi dari dulu sampai sekarang saya emang suka menonton,” ujar Andibachtiar saat diwawancarai dalam podcast bertajuk PoNi (Podcast Alumni).
Pada kesempatan tersebut, Andibachtiar mengatakan bahwa perjalanannya semasa perkuliahan cukup mempengaruhi karya-karya filmnya. Saat kuliah ia mengaku aktif di Himpunan dan sempat mencalonkan diri sebagai ketua BEM Kampus.
Pada tahun pertama dan kedua kuliah, Andibachtiar turut aktif dalam acara penerimaan mahasiswa baru.
“Hal yang paling saya rasakan dan dapatkan adalah nyali untuk mengutarakan dan bertukar pendapat, pemecahaan masalah, serta berpikir kritis,” tuturnya.
Andibachtiar juga menjelaskan bahwa kunci utama yang dibutuhkan untuk menjadi filmmaker menurutnya adalah turunan dari berpikir kritis tersebut, yakni berpikir gila dan kreatif.
Namun, ia merasa ada hal yang membatasi dalam proses berpikir tersebut. Hal ini sebetulnya menghambat aliran ide-ide gila dan kreatif tersebut.
“Kadang kita suka dibatasi saat berpikir. Belum apa-apa kadang kita sudah mikir ‘ntar nggak boleh nih’ atau ‘ntar ini nih’. Padahal, ini juga membantu dalam membangun hal-hal detail,” sambung Andibachtiar.
Latar belakang jurusan saat kuliah secara tidak langsung juga membentuk karakter yang unik pada karyanya.
“Saat berkuliah di jurnalistik, mahasiswa juga dituntut untuk sepintar mungkin memilih angle agar tulisannya kaya. Mungkin ini yang menyebabkan angle dari film saya unik, walaupun hanya menyajikan tema yang sederhana,” jelasnya.
Hal ini diakui pula oleh rekan Andibachtiar yang bergerak di bidang film dokumenter, Aryo Danusiri.
“Bedanya karya gue dan lo (Andibachtiar), mungkin karena latar belakang lo jurnalistik kali, ya. Jadi angle-nya unik-unik dan gue suka nggak kebayang, tuh,” begitu ujar Andibachtiar menirukan kalimat yang dilontarkan Aryo padanya.
Tulisan ini tayang di Ketikunpad.ac.id pada Desember 2020, link: https://ketik.unpad.ac.id/posts/993/di-balik-layar-film-film-karya-andibachtiar-yusuf-3



Comments