top of page

Waspada Bencana Alam di Penghujung Tahun

  • Writer: Muthyarana Darosha
    Muthyarana Darosha
  • May 6, 2021
  • 2 min read


KETIKUNPAD - Pandemi Covid-19 bukan satu-satunya bencana alam yang mengancam Indonesia Karena terdapat beberapa bencana di penghujung tahun yang juga mengancam masyarakat.


Selain dikarenakan bencana alam yang terkadang tidak dapat diprediksi, kondisi geografis Indonesia juga sangat rawan bencana alam.


Dicky Muslim, Dosen Kebencanaan Fakultas Teknik Geologi Unpad menuturkan setidaknya terdapat tiga bencana alam yang berpotensi mengancam Indonesia di penghujung tahun ini.


Pertama, tanah longsor dan banjir. Memasuki musim hujan, bencana ini memang sangat rawan terjadi di beberapa daerah Indonesia.


“Karena baru memasuki musim hujan, kondisi tanah yang kering lalu tiba-tiba terisi air memicu terjadinya tanah longsor. Hujan yang tiba-tiba dalam waktu yang lama juga membuat wilayah tangkapan air tidak mampu menampung debit air hujan sehingga terjadinya luapan,” jelas Dicky.


Selain itu, ancaman bencana gunung meletus juga ramai diperbincangkan beberapa waktu belakang. Beberapa gunung api yang perlu diwaspadai diantaranya Gunung Semeru, Gunung Merapi, dan Gunung Lewotolo. Terpantau ketiga gunung tersebut berada dalam keadaan aktif.

“Ketiga gunung api ini tercatat dalam keadaan aktif. Hal ini harus diwaspadai masyarakat setempat, karena lebih mudah diprediksi,” tuturnya.

Dicky menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif bagi masyarakat.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah lereng-lereng harus senantiasa waspada, agar dapat segera mengungsi jika sudah menunjukkan gejala longsor. Perihal banjir, Dicky menyarankan agar warga yang bermukim di dekat sungai untuk waspada jika hujan tidak berhenti dalam waktu satu jam.


“Masyarakat harus selalu waspada karena terkadang luapan air dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujar Dicky.


Dicky menganjurkan agar masyarakat di daerah rawan bencana dapat senantiasa waspada. Masyarakat setempat harus sigap untuk mengambil tindakan agar tidak memakan korban jiwa.


“Sekecil apapun gejalanya, warga sekitar harus senantiasa waspada dan siap siaga untuk mengungsi,” tegasnya.


Selain itu, aparat pemerintah harus siap menghadapi ancaman bencana ini. Mitigasi bencana harus dipersiapkan secara menyeluruh, hingga pada tingkat kawasan desa.


“Pemerintah juga harus dapat mempersiapkan mitigasi hingga tingkat desa, yang biasanya disebut Destana (Desa Tangguh Bencana),” tutup Dicky.


Comments


Post: Blog2_Post

©2021 by Muthyarana Darosha. Proudly created with Wix.com

bottom of page